Kamis, 23 Juli 2009

pengelolaan laboratorium

NAMA : RENJES FERNANDO PURBA
NIM : 0612544210022
MATA KULIAH : PENGELOLAAN LABORATORIUM





JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVEDRSITAS NEGERI MEDAN
2009

Pengelolaan Laboratorium
Laboratorium dan Perlengkapannya
1.Laboratorium
Laboratorium ialah suatu tempat dimana percobaan dan penyelidikan dilakukan. Bentuknya boleh ruang tertutup (Kamar) dan boleh ruang terbuka (kebun).
Ruang penunjang kegiatan dalam melakukan pembelajaran terdiri dari : ruang persiapan, ruang penyimpanan (gudang), ruang gelap, ruang timbang, dan kebun sekolah atau rumah kaca.
Perlengkapan laboratorium antara lain :
a.Perabot yaitu meja, kursi, lemari, rak.
b. alat peraga pendidikan yaitu : instrumen, bagan, model bahan kimia,slide dll
c.Perkakas yaitu obeng, tang, kikir, gergaji
d.Kotak P3K beserta isinya
e.Alat pemadam kebakaran
f.Alat pembersih
g.Kumpulan buku yaitu katalog, buku petunjuk dll.
2.Tata Letak Laboratorium.
a. Lokasi dan ukuran.
Syarat umum lokasi :
• Tidak terletak di arah angin,yaitu untuk menghindari polusi terhadap kamar lain
• Mempunyai jarak cukup jauh terhadap sumber air, untuk menghidari pencemaran air.
• Mempunyai saluran pembuangan tersendiri untuk menghindari pencemaran penduduk.
• Mempunyai jarak cukup jauh terhadap bangunan lain untuk memberikan ventilasi yang cukup dan penerangan alami yang optimum.
• Terletak pada bagian yang mudah dikontrol
b. Luas Ukuran Laboratorium
Untuk 40 orang siswa ukuran laboratorium yang baik : lebar 8-9 meter dan panjang 11-12 meter atau untuk setiap siswa digunakan lebih kurang 2,5 m2













DENAH LABORATORIUM FISIKA SEDERHANA

Gambar denah ini dibuat dengan mengubah ukuran asli dari meter ke centimeter dan menggunakan perbandingan skala 1:50.
Keterangan :
1. Papan Tulis
2. Meja Praktikum
3. Ruang Peralatan Praktikum
4. Pintu Keluar Masuk Ruang Peralatan dengan Ruang Praktikum
5. Pintu Keluar Masuk




3.Perlengkapan Laboratorium
Perlengkapan laboratorium minimal adalah : meja demonstrasi, meja praktikum siswa, lemari biasa, lemari gantung, laci meja, bak suci, rak, panggung, papan tulis, lemari asap, listrik PLN atau generator ,air dan gas.
Pengadaan Alat dan Bahan
Untuk pengadaan alat-alat laboratorium diperoleh dari :
a. Proyek penyediaan fasilitas laboratorium sekolah Diknas.
b. Dari pembelian sekolah.
Sebelum pembelian alat dan bahan laboratorium perlu dipikirkan hal-hal yang berikut :
• Percobaan apa yang akan dilakukan
• Alat/bahan apa yang akan dibeli
• Pengetahuan tentang penggunaan alat yang dibeli
• Adanya dana
• Jenis ukuran alat/bahan yang kan dibeli
• Prosedur pembelian
• Pelaksanaan pembelian
Administrasi dan Pemeliharaan Alat/Bahan Laboratorium
1.Administrasi Alat/Bahan
Tujuan dari administrasi alat/bahan ialah agar mudah mengetahui posisi dan pengambilannya dalam penggunaannya.Dalam hal ini yang perlu diasdministrasikan yaitu :
a.Jenis alat/bahan yang ada
b.Jumlah masing-masing alat/bahan
c.Jumlah pembelian dan tambahan
d.Jumlah yang pecah/hilang dan habis.Untuk keperluan administrasi ini diperlukan beberapa buku antara lain : buku Stok, buku kumpulan daftar pembelian/penerimaan, buku catatan barang-barang yang pecah/rusak/hilang dan habis, bon peminjaman alat dan bahan
Memperhatikan uraian tentang cara pengadministrasian fasilitas laboratorium di atas, cara pengadaan barang dan alat yang baru atau suku cadangnya (sparepart)perlumendapatperhatianlebihlanjut.

Dalam pengadaan barang, alat dan zat, ada dua asas yang harus diperhatikan yaitu azas efektifitas dan azas efisiensi. Azas efektifitas dimaksudkan bahwa dalam pengadaan barang, alat dan bahan hendaknya memperhatikan relevansi terhadap pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan di laboratorium khususnya kegiatan praktikum. Sedangkan azas efisiensi dimaksudkan adalah adanya pengaturan dan penggunaan dana dari sumber dana yang ada secara tepat. Dalam hal ini jangan sampai terjadi penumpukan barang, alat ataupun zat tertentu tetapi tidak digunakan. Oleh karena itu pengadaan barang, alat dan bahan harus didasarkan atas dasar
“apa yang akan digunakan?” bukan “apa yang diperlukan?”.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar kita dapat membuat rencana pengadaan barang, alat dan zat yang efektif dan efisien, diantaranya adalah :
•Perangkat program pengajaran (untuk sistem persekolahan)
•Perangkat instrumen administrasi
•Sumber dan alokasi dana yang tersedia
•Perangkat litelatur barang, alat dan zat
•Perangkat personel pengelola laboratorium
•Mekanisme pengadaan barang, alat dan zat

Faktor perangkat program dan alokasi dana yang akan dibahas pada bagian ini. Perangkat program pengajaran yang dimaksudkan dalam buku ini adalah struktur kurikulum, silabi, satuan pelajaran, dan petunjuk praktikum. Dari struktur kurikulum kita dapat mengetahui mata pelajaran apa saja yang melibatkan praktikum di lab. Demikian penuntun praktikum yang baik yaitu penuntun yang diturunkan dari silabi dan satuan pelajaran dapat dijadikan pedoman untuk menginventarisir jenis alat dan zat, tingkat kecanggihan dan ketelitian alat dan kemurnian zat serta jumlah alat dan zat yang diperlukan. Oleh karena itu petunjuk praktikum yang digunakan hendaknya telah diuji coba sehingga alat dan bahan yang diperlukan jelas kriterianya. Dan hal lain yang tidak kalah pentingnya bahwa peralatan dan zat yang akan dipesan tersedia banyak pada supplier.

Setelah kita mengidentifikasi jenis dan jumlah alat atau zat dari penuntun praktikum, hendaknya dalam usulan pengadaan alat atau zat tersebut lengkap dengan spesifikasinya. Khusus untuk pengadaan alat perlu juga mempertimbangkan beberapa persyaratan sebagai berikut :
1. Nilai pedagogik
2. Daya guna
3. Struktur
4. Ketelitian dan reliabitas
5. Bahan alat
6. Ukuran alat
7. Bentuk alat
8. Nilai reparasi
9. Kepraktisan bawa/simpan
10. Keselamatan

Nilai pedagogik dimaksudkan yaitu kemampuan suatu alat untuk mempermudah penanaman konsep dan merangsang daya pikir atau mengaktifkan nalar peserta didik.

Daya guna alat dimaksudkan yaitu keunggulan suatu alat dengan kemampuan multifungsi untuk dapat digunakan dalam berbagai eksperimen.
Struktur alat dimaksudkan adalah tingkat kerumitan rangkaian alat dan kejelasan proses kerja. Struktur alat yang baik hendaknya tidak menyita waktu lama dalam pemasangan tetapi fakta dan proses eksperimen dapat tertunjukkan dengan jelas.

Ketelitian (accuracy) dan reliabilitas (precision) alat dimaksudkan yaitu tingkat keakuratan pengukuran dan keajegan hasil pengukuran. Alat untuk penelitian umumnya diperlukan ketelitian tinggi daripada untuk alat praktikum, akan tetapi alat yang baik untuk keperluan dua hal dimaksud harus mempunyai keajegan pengukuran yang tinggi. Artinya hasil pengukuran terhadap objek sejenis secara berulang harus mendapatkan hasil pengukuran yang sama.

Bahan alat dimaksudkan yaitu bahan dasar suatu alat dibuat, apakah dari logam, gelas, ataukah dari plastik. Alat dengan bahan dasar logam haruslah dipilih yang tahan korosi, alat dengan bahan dasar gelas haruslah dipilih yang tahan panas seperti jenis pyrex, dsb.

Ukuran (size) alat dimaksudkan yaitu besar atau kecilnya dimensi alat baik volume, berat, atau panjangnya. Untuk keperluan praktikum yang jumlah pesertanya banyak hendaknya sudah diarahkan pada penggunaan alat berskala semimikro bahkan mikro, dengan cara ini kita berupaya meningkatkan efisiensi penggunaan zat kimia dan sekaligus menurunkan timbulnya polusi zat buang. Namun untuk keperluan demonstrasi hendaknya dipilih alat berukuran besar, sehingga percobaan yang dipertunjukkan dapat diamati oleh banyak orang.

Bentuk alat dimaksudkan yaitu penampilan alat maupun artistiknya. Bentuk alat yang diinginkan bergantung kepada keperluan jenis eksperimen yang akan dilakukan, misalnya bentuk termometer yang akan digunakan dalam Calorimeter harus memiliki jarak antara titik nol dan cairan raksa cukup panjang, sehinnga sewaktu termometer dimasukkan ke dalam calorimeter skala nol masih terbaca.

2.Pemeliharaan Alat/Bahan
Masalah penyimpanan alat / bahan biasanya ditentukan oleh : keadaan laboratorium, susunan laboratoroum, keadaan perabot laboratorium serta adanya gudang dan raung persiapan.
Nilai reparasi dimaksudkan yaitu fleksibilitas mudah tidaknya suatu alat untuk direparasi jika terjadi kerusakan. Alat yang baik harus mempunyai nilai reparasi tinggi, artinya mudah direparasi. Hindarilah pembelian alat yang hanya sekali pakai.

Kepraktisan bawa/simpan (portable) dimaksudkan yaitu fleksibilitas mudah tidaknya suatu alat untuk dibawa atau disimpan. Alat yang frekuensi penggunaan tinggi dan jumlah yang digunakan banyak haruslah mempunyai nilai kepraktisan bawa/simpan tinggi. Keselamatan (safety) dimaksudkan yaitu nilai keamanan alat bila digunakan tidak menimbulkan bahaya bagi pemakai maupun menimbulkan kerusakan bagi alat itusendiri.

Agar kriteria-kriteria di atas dapat dijadikan patokan dalam memilih suatu alat, sebaiknya setiap kriteria diberi bobot. Jumlah bobot dari seluruh kriteria itu dinamakan nilai alat. Misalnya kita akan menetapkan nilai alat pH-meter dari perusahaan A dan B. Langkah pertama kita menetapkan bobot masing-masing kriteria misalnya nilai pedagogik (1,5), daya guna (1,5), struktur alat (1), ketelitian alat (1,5), bahan alat (1), ukuran alat (1), bentuk alat (0,5), nilai reparasi (1), kepraktisan bawa (0,5), dan keselamatan (0,5). Pemberian bobot masing-masing aspek hendaknya dipertimbangkan oleh Tim penimbang yang kompeten tentang seluk-beluk alat yang bersangkutan. sedangkan total bobot 10 didasarkan atas kepraktisan menghitung






Struktur Organisasi Laboratorium
Dalam pelaksanaan pengoperasian laboratorium sains ,struktur laboratorium tersebut minimal melibatkan personal yang meliputi :
a. Kepala sekolah
b. Wakil Kepala Sekolah
c. Tata Usaha
d. Guru sains (Pengelola dan Pembimbing)
Personal di atas bertugas dan berfungsi :
a. Merencanakan pengadaan alat /bahan laboratorium
b. Menyusun jadwal dan tata tertib laboratorium
c. Mengatur pengeluaran dan pamasukan /pinjaman alat laboratotium
d. Mempersiapkan peralatan/bahan yang dipergunakan pada praktikum
e. Mendaftarkan alat/bahan laboratorium yang habis
f. Mengiventarisasi dan mengadministrasikan pinjaman alat-alat
g. Membuat daftar katalog sesuai dengan jenis alat/bahan
h. Memelihara dan memperbaiki alat-alat
i. Menyusun pelaksanaan kegiatan laboratorium
Mengelola Laboratorium Sains
Secara garis besar pengelolaan laboratorium dapat dibagi atas :
1.Memelihara kelancaran pengunaan laboratorium
a. Membuat jadwal yang jelas penggunaan laoboratorium
b. Harus ada tata tertib laboratorium yang harus dilaksanakan secara tegas. yang isinya adalah merupakan larangan, suruhan, dan petunjuk


Contoh.
Untuk siswa.
• Siswa tidak boleh masuk laboratorium tanpa seijin guru
• Alat/bahan laboratorium tidak boleh dibawa ke luar tanpa seijin guru
• Jika ada alat rusak/pecah hendaknya dibertahukan kepada guru
• Jika dalam melakukan pekerjaan (percobaan) tidak mengerti/ragu-ragu segera bertanya kepada guru.
• Pakailah jas laboratorium selama berada di ruang laboratorium
• Setelah selesai praktikum alat-alat harus dikembalikan ke tempat semula dalam keadaan bersih dan kering.
Untuk Guru
- Jika sedang bekerja di dalam laboratorium harus ada dalam pengawasan guru
- Laboratorium harus dijaga bersih.Alat-alat yang dipakai harus dikembalikan ketempat semula.
- Bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan percobaan siswa,hendaknya disediakan sebelum percobaan dimulai dan siap digunakan jika percobaan akan dimulai
- Guru harus dapat menguasai penuh disiplin siswanya yang ada di laboratorium.
c. Harus selalu dalam keadaan siap pakai semua perlengkapan penanggulangan kecelakaan seperti alat pemadam api, kotak P3K dan setiap pemakai laboratorium tahu benar penggunaannya.
2.Menyediakan Alat-alat/Bahan-bahan yang diperlu-kan di Laboratorium
Penyediaan alat /bahan untuk siswa ada dua macam yaitu yang diambil langsung oleh siswa dari ruang terbuka/laci dan yang harus diminta dari petugas laboratorium.
Bentuk format permintaan/pinjaman alat adalah sebagai berikut :
Nama Guru :……………………………………..
Mata pelejaran : …………………………………….
Topik/judul Percobaan : …………………………………….
Jenis alat /bahan :
Nama alat a………….
b…………
dst.
Jumlah siswa :………..kelompok
Tempat praktikum :…………..
Hari/Tgl pemakaian :……………
Jam Pelajaran :………pagi/siang
……………….,2009..
Peminjam,
Untuk melihat dengan mudah masuk,keluar serta persediaan alat/bahan dalam laboratorium diberikan suatu kartu yang berisikan :nama alat/bahan , spesifikasi alat, golongan alat,nomor induk, nomor kode, tempat(R/A/L ( R=ruang ,A=almari, L=lantai) dan keterangan (asal barang).
3.Pendokumentasian /Pengarsipan
Hal-hal yang perlu didokumentasikan /diarsipkan adalah :
a. Berkas lembaran kegiatan siswa
contoh format lembaran kegiatan siswa :
I. Judul Percobaan
II. Tujuan percobaan
III. Tinjauan Teoritis
IV. Alat dan bahan
V. Prosedur percobaan
VI. Hasil percobaan dan pembahasan
VII. Kesimpulan
VIII. Daftar Pustaka
LEMBAR KERJA SISWA 1 :
Tujuan :
Melaporkan volum benda sebagai hasil pengukuran tak langsung.
Alat dan bahan
Mistar, jangka sorong, balok kaca, dan silinder logam.
t


p l

D

L
Langkah kerja
1. Dengan menggunakan mistar, ukur panjang p, lebar l, dan tinggi t, dari balok kaca satu kali saja. Ulangi pengukuran anda dengan menggunakan jangka sorong.
2. Dengan menggunakan mistar, ukur panjang L, dan diameter D dari silinder logam satu kali saja. Ulangi pengukuran anda dengan mnggunakan jangka sorong.
Hasil
1. Nyatakan hasil pengukuran panjang, lebar dan tinggi dengan menggunakan mistar lengkp dengan ketidakpastiannya. Kemusian hitung volum.
Jadi, volum = ( ... ... ) cm3
2. Ulangi 1 untuk pengukuran dengan meggunakan jangka soron.
3. Nyatakan hasil pengukuran diameter D dan panjang L dari silinder dengan mistar lengkap dengan masing-masing ketidakpastiannya.
Kemudian hitung volum silinder dan nyatakan hasil hitungan anda lengka dengan ketidakpastiannya.
Jadi, volum = (... ... ) cm3
4. Ulangi 3 untuk pengukuran dengan menggunakan jangka sorong.
Kesimpulan :
Bandingkan hasil pengukuran volum balok dan silinder dengan menggunakan mistar dan jangka sorong, kemudian nyatakan kesimpulan anda.
LEMBAR KERJA SISWA 2 :
Tujuan
Menyelidiki gerak lurus beraturan suatu benda dengan ticker timer
Alat dan bahan
1. Sebuah ticker timer
2. Beberapa buah buku tebal
3. sebuah papn sebagai landasan
4. sebuah kereta dinamika
5. Sebuah guntinh

Langkah kerja
1. Lakukan persiapan sebagai berikut. Buatlah sebuah landasan miring dengan cara mengganjal salah satu ujung landasan dengan buku.Aturlah kemiringan sedikit demi sedikit dengan cara mengatur ketebalan buku sampai kereta yang diletakan di puncak landasaan tepat akan meluncur ke bawah
Ticker timer
Kereta dinamika
landasan
2. Hubungkan kereta dengan ticker timer dan berio sentuhan sedikit agar kereta bergerak menurunu landasan sambil menarik pita ketik


3. Guntinglah pita yang ditarik oleh ticker timer hanya ketika ticker timer bergerak pada landasan bidang miring



4. Bagi pita menjadi beberapa bagian dimana setiapa bagian memiliki selang waktu 5 ketikan. Selanjutnya dengan menggunakan gunting, otonglah pita menjadi beberapa bagian sesuai dengan tanda yang telah anda berikan.
5. Tempelkan tiap potongan kertas secara berurutan kesamping kanan sehingga diperoleh suatu diagram batang.
6. Amati diagram batang yang anda peroleh, kemudian nyatakanlah karakteristik dari gerak lurus beraturan

LEMBAR KERJA SISWA 3
Percepatan Gravitasi
Tujuan :
Menetukan ercepatan gravitasi di suatu tempat
Alat dan bahan
Kelereng, pitaukur dan stopwatch
1. Dengan pita ukur, ukur ketinggian tempat yang erada oada jarak 0,6 m , 0,8 m , 1,0 m diatas lantai

1 2 3
Ketinggian dari lantai (y) m Selang waktu jatuh (t) s t2
0,6
08
1,0


3. Misalkan selang waktu jatuh = t sekon, hitunglah kuadrat selang waktu jatuh dan catat hasil hitungan anda pada kolo 3
4. Siapkan kertas grafik dengan skala yang sesuai, dengan y sebagai sumbu tegak dan t2 sebagai sumbu datar. Plotlah titik-titik yang anda peroleh dari tabel tersebut
5. Dengan menggunakan metode sentroid lukislah garis lurus terbaik yang melalui titik-titik tersebut.
6. Dari grafik garis lurusterbaik, tentukanlah percepatan gravitasi,g, di tempat anda melakukan percobaan tersebut

b. Data hasil praktikum /percobaan siswa
Contoh format data hasil pengamatan :
HASIL PENGAMATAN
Judul Percobaan :
Kelompok :
DATA PERCOBAAN




Dikumpulkan segera setelah melakukan percobaan
Guru bidang studi Medan, Mei 2009
Praktikan
(…………………….) (……………………….)
N.I.P.
c. Berkas nilai praktikum
d. Berkas tata tertib laboratorium
e. Buku /kepustakaan /katalog dan sebagainya.
4.Peningkatan Laboratorium
Untuk meningkatkan daya guna laboratorium maka setiap akhir tahun ajaran hendaknya guru-guru merencanakan kegiatan laboratorium untuk tahun ajaran berikutnya secara tuntas.
Keselamatan Kerja di Laboratorium
Kecelakaan yang sering terjadi dilaboratorium antara lain :
a. Luka oleh benda tajam,pecahan kaca dan kena bakar
b. Terkena/percikan oleh cairan zat kimia (karosif/asam/basa pekat)
c. Tertelan zat-zat beracun
d. Gigitan hewan peliharaan
e. Pingsan disebabkan bau gas yang memusingkan
f. Terkena kejutan listrik
g. Kebakaran yang disebabkan peletusan yang terjadi dari hasil percobaan .
Untuk bentuk kecelakaan diatas maka perlu diambil tindakan pertama pada waktu memberi pertolongan pada sipenderita yaitu :
a. Membawa sipenderita ke tempat yang baik dan tenang
b. Bila pendarahan terjadi pada sipenderita usahakanlah darah yang keluar itu dihentikan dengan jalan mengangkat bagian tubuh yang luka, sehinga yang luka itu berada di atas jantung
c. Usahakan sipenderita terbaring seleluasa mungkin,pakaian dilonggarkan
d. Jangan memberi makanan pada penderita yang sedang pingsan
e. Segeralah minta pertolongan dokter

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar